Pusat Informasi Islam berada di bawah naungan Yayasan Masagung, Jakarta, Indonesia. Berdirinya PII berawal dari niat almarhum Haji Masagung dalam mewujudkan jihad fisabilillah (usaha untuk mencapai kebaikan dan kemajuan Islam) demi mengharumkan syiar Islam, khususnya di Indonesia.
Secara resmi Pusat Informasi Islam (Ing.: Islamic Information Centre/IIC) didirikan pada 27 November 1987 dengan mendapat restu dari Haji Alamsjah Ratu Perwiranegara (menteri koordinator Kesejahteraan Rakyat ketika itu).
Pusat Informasi Islam Yayasan Masagung terdiri atas beberapa bagian yang secara khusus dikepalai oleh tenaga ahli:
(1) Bagian Perpustakaan,
(2) Bagian Penerbitan Berkala,
(3) Bagian Research Paper/Audio Visual,
(4) Bagian Koleksi Al-Qur’an serta Kitab Kuno (klasik), dan
(5) Bagian Komputer.
PII dalam kegiatannya sebagai pusat referensi menghimpun bahan informasi yang memiliki katalog induk yang menghimpun data bibliografi. Katalog induk tersebut memberikan penunjukan perpustakaan yang menyediakan buku yang dimaksud, baik di dalam maupun luar negeri.
Secara terperinci, PII bertujuan untuk:
(1) membantu pemerintah dalam melaksanakan program mencerdaskan bangsa, khususnya umat Islam;
(2) membantu para ilmuwan dan cendekiawan muslim dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan ajaran Islam;
(3) memberikan pelayanan ke pada masyarakat muslim dalam pendalaman agama Islam sebagai yang diridai Allah SWT;
(4) memberikan penerangan dan pengajian agama Islam kepada masyarakat muslim; dan
(5) mendorong masyarakat muslim agar mempunyai kesadaran belajar secara intensif dalam berbagai ilmu pengetahuan, baik umum maupun yang berkaitan dengan agama Islam.
Program kerja PII terdiri atas dua bagian, yakni program jangka pendek dan jangka panjang. Program kerja jangka pendeknya meliputi kegiatan sebagai berikut:
(1) meng himpun berbagai jenis sarana informasi, baik berupa buku, kaset audio/video, maupun mikrofilm;
(2) mengumpulkan data tentang masjid, pesantren, dan perguruan tinggi Islam di Jakarta dan di seluruh Indonesia;
(3) mengadakan ceramah yang dibawakan oleh para mubaligh terkenal;
(4) mengadakan pelajaran bahasa Arab;
(5) mengadakan pengajian tafsir Al-Qur’an dan hadis;
(6) mengadakan pengajian dan pengkajian Al-Qur’an (tajwid);
(7) mengadakan pengajian kitab klasik (Kitab Kuning) yang disertai tanya-jawab; dan
(8) mengadakan pemutaran film video mengenai perkembangan Islam di dalam dan luar negeri serta film video ceramah di Masjid Agung al-A’raf.
Program kerja jangka panjang PII mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
(1) mengumpulkan data buku tentang berbagai ilmu pengetahuan Islam yang belum dimiliki oleh PII dan kemudian membuat katalognya serta memasukkan datanya ke dalam komputer;
(2) mengumpulkan/membeli sumber informasi yang belum terdapat di PII, antara lain berupa kaset video, majalah, brosur, foto, mikrofilm, slide, dan manuskrip; dan
(3) bekerjasama dengan Departemen Agama RI serta lembaga atau badan organisasi Islam, baik di dalam maupun di luar negeri untuk saling tukar-menukar informasi tentang Islam, serta mengundang para guru besar Islam untuk memberikan ceramah tentang Islam.
Pengolahan data informasi di PII dilaksanakan dengan sistem komputer. Koleksi buku PII berjumlah leb-ih dari 8.000 judul dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan sejak 1945 sampai terbitan terbaru. Selain itu juga terdapat lebih dari 1.700 judul buku dalam bahasa Arab dan 900 judul buku dalam bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya.
Pusat Informasi Islam dilengkapi dengan komputer Al-Qur’an yang berkemampuan:
(1) menampilkan daftar surah Al-Qur’an;
(2) mengeluarkan seluruh surah dan ayat Al-Qur’an;
(3) menampilkan surah al-Fatihah dan surah yang terdapat dalam Juz ‘Amma berikut suara yang dibacakan oleh Syekh Mahmoud al-Husairi (qari dari Mesir);
(4) menerjemahkan ayat Al-Qur’an ke dalam bahasa Inggris dan Indonesia/ Melayu dengan tulisan Latin dan huruf pegon (tulisan Ar-ab-Melayu);
(5) mencari indeks terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris;
(6) mencari surah atau ayat yang dikehendaki;
(7) mencetak surah atau ayat yang dikehendaki;
(8) mencari dan menghitung jumlah suatu kata tertentu (al-kalimah/al-harf) yang diinginkan dalam Al-Qur’an; dan
(9) mencari kata dengan abjad Arab.
Selain memiliki komputer Al-Qur’an, PII juga mempunyai komputer hadis yang mampu:
(1) mencari hadis yang terdapat dalam kitab (a) al-Muwattaa’, karya Imam Anas bin Malik, (b) Sahih al-Bukhari, (c) Sahih Muslim, (d) Sunan Abu Dawud, (e) Misykat al-Masabih, karya Imam Tirmizi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah;
(2) mencari hadis dari kitab yang dikehendaki; dan
(3) mencari hadis dari periwayat (rawi) dan subjek yang dikehendaki.
DAFTAR PUSTAKA
http://www(dot)tokogunungagung(dot)co(dot)id
A. SAIFUDDIN
__