Ibnu Hisyam adalah seorang ahli fikih dan nahu. Pengetahuannya tentang ilmu nahu sangat luas dan dalam. Nama lengkapnya adalah Jamaluddin Abu Muhammad Abdullah bin Yusuf bin Ahmad bin Abdillah bin Hisyam al-Ansari al-Misri. Selama hidupnya ia tinggal di Cairo. Hanya dua kali ia pergi ke luar kota, yaitu ke Mekah pada 749 H/1348 M dan 756 H/1355 M.
Ibnu Hisyam belajar ilmu keislaman secara khusus di bawah bimbingan Syihabuddin Abdul Latif bin al-Murahhal, Tajuddin al-Fakihani, dan Tajuddin at-Tibrizi. Pada mulanya Ibnu Hisyam adalah seorang ahli fikih Mazhab Syafi‘i. Dalam kapasitas seperti itu, ia menjadi guru besar dalam ilmu tafsir di Masjid al-Mansyuriyah, Cairo.
Tetapi lima tahun sebelum meninggal dunia, ia beralih ke Mazhab Hanbali untuk mendapat kedudukan sebagai guru di salah satu Madrasah Hanbaliyah di Cairo, karena sekolah itu dapat memberikan fasilitas yang dikehendakinya. Konon untuk itu ia menghafal kitab al-Mukhtasar karya al-Khiraqi (w. 334 H/946 M) dalam waktu tidak sampai empat bulan.
Dalam setiap kasus, reputasinya sangat besar. Ibnu Khaldun, dalam kitabnya Muqaddimah, menyebutnya sebagai manusia langka yang dalam sejarah perkembangan bahasa Arab berhasil menguasai keseluruhan subjeknya, terutama yang berhubungan dengan nahu. Pengetahuannya tentang ilmu nahu sangat luas dan dalam. Hal itu membuktikan kuatnya daya pikir dan daya ingat Ibnu Hisyam.
Juga menurut Ibnu Khaldun, metode pengajaran Ibnu Hisyam diikuti ahli nahu dari Mosul, yang mendapat pengaruh dari Ibnu Jinni. Metode itu adalah metode resume dan komentar singkat. Dengan kombinasi seperti itu, menurut Ibnu Khaldun, ia berhasil menampilkan sesuatu yang menakjubkan. Itu semua menunjukkan kekuatan keahlian dan telaahnya.
Ibnu Hisyam mengarang buku dan menyusun syarah penjelasan atas beberapa buku yang meliputi antara lain:
1) Syuzur adz-dzahab fi Ma‘rifah Kalam al-‘Arab, sebuah risalah lebih panjang tentang ilmu nahu;
2) Kitab Syarh tentang risalah tersebut, dicetak di Bulaq 1282 H/1865 M dan di Cairo 1253 H/1837 M dan 1305 H/1887 M;
3) Qatran-Nada wa Ball as-sada, sebuah risalah pendek tentang ilmu nahu, diterbitkan beberapa kali;
4) Kitab Syarh (penjelasan) atas kitab tersebut di atas, terbit di Tunisia 1281 H/1864 M dan di Cairo 1274 H/1857 M;
5) al-I‘rab ‘an Qawa‘id al-I‘rab, sebuah risalah singkat, dicetak di Constantinopel (kini Istanbul) 1298 H/1881 M;
6) Mugni al-Labib ‘an Kutub al-A‘arib, kitab nahu yang membahas secara terperinci makna huruf dan keadaan kalimat, dicetak di Teheran 1274 H/1857 M dan di Cairo 1305 H/1887 M, 1307 H/1889 M, dan 1317 H/1899 M;
7) Muqid al-Adzhan wa Muqiˆ al-Wasnan, kitab tentang beberapa kemusykilan ilmu nahu;
8) al-Alqaz, kitab tentang beberapa masalah ilmu nahu yang ditulis untuk keperluan Sultan Malik Kamil, dicetak di Cairo 1304 H/1886 M;
9) ar-Raudhah al-Adabiyah fi Syawahid ‘Ulum al-‘Arabiyyah, buku penjela-san tentang syair karya Ibnu Jinni dalam kitabnya al-Lam‘;
10) al-Jami‘ as-sagir fi an-Nahw, semacam kamus kecil ilmu nahu;
11) makalah tentang ikrab kata luqatan, fadhlan, khilafan, aidhan, dan lain-lain, dipublikasikan dalam kitab as-Suyuti yang berjudul al-Asybah wa an-Naˆa’ir fi an-Nahw;
12) makalah kecil tentang penggunaan al-munada (kata panggilan) dalam sembilan ayat Al-Qur’an;
13) Mas’alah I‘tiras asy-Syarth ‘ala asy-Syarth, juga dimuat dalam kitab as-Suyuti tersebut;
14) Fauh asy-Syaza fi Mas’alah Kadza, dimuat dalam kitab as-Suyuti tersebut;
15) Syarh al-Wasidah al-Lugawiyyah fi al-Masa’il an-Nahwiyyah, juga dimuat dalam kitab as-Suyuti tersebut;
16) Ausah al-Masalik ila Alfiyyah ibn Malik, diterbitkan di Cairo dengan judul at-Tawdhih 1304 H/1886 M dan 1316 H/1898 M, serta di Calcutta 1832;
17) Syarh Banat Su‘ad, penjelasan tentang kasidah pujian Ka‘b bin Zuhair kepada Nabi SAW, diterbitkan di Cairo 1304 H/1886 M dan 1307 H/1889 M;
18) Syawarid al-Milh wa Mawarid al-Manh, sebuah tulisan tentang kebahagiaan manusia;
19) Mukhtasar al-Intisaf min al-Kasysyaf, ringkasan al-Intisaf min al-Kasysyaf karya Ibnu Munir yang merupakan bantahan terhadap pendapat Muktazilah dalam kitab al-Kasysyaf karya az-Zamakhsyari; dan 20) tulisan lain tentang ilmu nahu, termuat dalam kitab as-Suyuti tersebut di atas.
Daftar Pustaka
al-Asqalani, Syihabuddin Abu Fadl Ibnu Hajar. ad-Durar al-Kaminah. Hyderabad: t.p., 1349 H/1930 M.
Ibnu Khaldun. Muqaddimah Ibn Khaldun, terj. Ahmadie Thaha. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1986.
Badri Yatim